Jumat, 13 November 2015

Makalah Komunikasi Lintas budaya


KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis mengucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat  menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya, mungkin penulis tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini di susun  dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan walaupun masih ada kesalahan.
Makalah ini memuat tentang “Komunikasi Lintas Budaya dan Agama” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.
Penulis  juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Harjanti selaku dosen pengampu mata kuliah ini dan referensi yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknyaagar makalah ini dapat menjadi lebih baik.. Terima kasih.

Sambas, 5 Mei 2015


                                                                                  PENULIS




DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................. i
Daftar isi......................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................. 1
B.   Rumusan Masalah........................................................................ 1
C.   Tujuan........................................................................................ 1
BAB II PERMASALAHAN............................................................. 2
A.  Pengertian Komunikasi Lintas Budaya...................................... 2
B.   Fungsi Komunikasi Lintas Budaya............................................. 3
BAB III PENUTUP......................................................................... 9
A.  KESIMPULAN........................................................................... 9
B.   SARAN...................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA...................................................................... 10


















BAB I
PEMBAHASAN
A.  Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari yang namanya komunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi secara langsung salah satunya adalah dengan cara bertemu dan bertatap muka secara langsung sedangkan komunikasi secara tidak langsung bisa melalui perantara orang ketiga yang menyampaikan pesan nantinya. Hal ini pasti selalu ada di dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi sifat manusia itu sendiri adalah makhluk social yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri melainkan perlunya interaksi dengan manusia lainnya. Salah satu bentuk konkret dari interaksi ini adalah komunikasi tersebut. Namun dalam pembahasan yang ada di dalam makalah ini adalah mengenai komunikasi dalam konteks Menyeluruh.
B.   Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan Komunikasi Lintas Budaya?
2.    Apa Fungsi Komunikasi Lintas Budaya?

C.   Tujuan
1.    Memahami Apa yang dimaksud dengan Komunikasi Lintas Budaya?
2.    Memahami Apa Fungsi Komunikasi Lintas Budaya?






BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Komunikasi Lintas Budaya
Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin communico yang berarti membagi. Membagi disini ialah membagi  gagasan, ide, pikiran, makna, pesan yang dianut sama. Sedangkan istilah komunikasi dalam bahasa inggris communication dan bahasa Belanda communicate, berasal dari bahasa latin communication  bersumber dari kata communis yang berarti sama. Jadi secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara orang yang menyampaikan dan yang menerima pesan.[1]
Komunikasi merupakan suatu proses untuk mendapatkan dan memberikan informasi, baik dari seseorang atau individu maupun dari kelompok tertentu. Oleh sebab itu, ada ilmu yang mesti dipelajari untuk bisa memahami proses komunikasi yang baik dari seseorang atau individu kepada lawan tuturnya. Hal tersebut merupakan sebuah cara untuk bisa mendapatkan nilai informasi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikan. Dengan ilmu komunikasi, seseorang bisa mencapai kesepakatan komunikasi yang selaras.
Dengan kata lain, komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian informasi berupa ide, gagasan, pemikiran, dan perasaan yang dimiliki oleh satu pihak untuk disampaikan kepada pihak lainnya. Penyampaian informasi tersebut harus dilakukan menurut kesepakatan antara kedua belah pihak (yakni penutur dan lawan tutur) agar informasi yang disampaikan sesuai dengan informasi yang didapatkan.[2]
Sedangkan Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau


akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
Budaya menurut pengertian luas merupakan pandangan hidup sekelompok orang dalam bentuk perilaku, kepercayaan, nilai, dan symbol-simbol yang mereka terima tanpa sadar / tidak dipikirkan yang semuanya diwariskan melalui proses komunikasi dan peniruan dari satu generasi ke generasi berikutnya.[3]
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.[4]
B.   Fungsi Komunikasi Lintas Budaya
Komunikasi antar budaya memiliki 2 fungsi yaitu :
1.    Fungsi Pribadi
Fungsi pribadi adalah fungsi-fungsi komunikasi yang ditunjukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang individu.
a.    Menyatakan Identitas Sosial
Dalam proses komunikasi antarbudaya terdapat beberapa perilaku komunikasi individu yang digunakan untuk menyatakan identitas sosial. Perilaku itu dinyatakan melalui tindakan berbahasa baik secara verbal dan nonverbal. Dari perilaku berbahasa itulah dapat diketahui identitas diri maupun sosial, misalnya dapat diketahui asal usul suku bangsa, agama, maupun tingkat pendidikan seseorang.
b.    Menyatakan Integrasi Sosial
Inti konsep integrasi sosial adalah menerima kesatuan dan persatuan antarpribadi, antarkelompok namun tetap mengakui perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh setiap unsur. Perlu dipahami bahwa salah satu tujuan komunikasi adalah memberikan makna yang sama atas pesan


yang dibagi antara komunikator dan komunikan. Dalam kasus komunikasi antarbudaya yang melibatkan perbedaan budaya antar komunikator dengan komunikan, maka integrasi sosial merupakan tujuan utama komunikasi. Dan prinsip utama dalam proses pertukaran pesan komunikasi antarbudaya adalah: saya memperlakukan anda sebagaimana kebudayaan anda memperlakukan anda dan bukan sebagaimana yang saya kehendaki. Dengan demikian komunikator dan komunikan dapat meningkatkan integrasi sosial atas relasi mereka.
c.    Menambah Pengetahuan
Seringkali komunikasi antarpribadi maupun antarbudaya menambah pengetahuan bersama, saling mempelajari kebudayaan masing-masing.
d.   Melepaskan Diri atau Jalan Keluar
Kadang-kadang kita berkomunikasi dengan orang lain untuk melepaskan diri atau mencri jalan keluar atas masalah yang sedang kita hadapi. Pilihan komunikasi seperti itu kita namakan komunikasi yang berfungsi menciptakan hubungan yang komplementer dan hubungan yang simetris.Hubungan komplementer selalu dilakukan oleh dua pihak mempunyai perlaku yang berbeda. Perilaku seseorang berfungsi sebagai stimulus perilaku komplementer dari yang lain. Dalam hubungan komplementer, perbedaan di antara dua pihak dimaksimumkan. Sebaliknya hubungan yang simetris dilakukan oleh dua orang yang saling bercermin pada perilaku lainnya. Perilaku satu orang tercermin pada perilaku yang lainnya.[5]
2.      Fungsi Sosial
Fungsi sosial disini maksudnya adalah bahwa komunikasi  budaya ini dapat memberikan kontribusi bagi kehidupan sosial di lingkungan masyarakat. Adapun fungsinya adalah sebagai berikut:
a.      Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan yang dimaksud adalah dengan adanya intraksi komunikasi  budaya antara komunikator dan komunikan yang berbada kebudayaan ini berfungsi saling mengawasi. Dalam setiap proses komunikasi budaya fungsi ini bermanfaat untuk menginformasikan “perkembangan” tentang lingkungan. Adapun fungsi ini banyak dilakukan oleh media massa yang menyebarlusakan secara rutin perkembangan peristiwa yang terjadi disekitar kita meskipun peristiwa itu terjadi dalam sebuah konteks kebudayaan yang berbeda.[6]
b.      Fungsi Menjembatani
Terkait dengan proses intraksi  budaya, sehingga komunikasi yang dilakukan lintas budaya berfungsi sebagai jembatan  antara budaya satu dengan yang lainnya.  Fungsi ini dapat terkontrol melalui pesan-pesan yang mereka pertukarkan, diman keduanya saling menjelaskan perbedaan atas sebuah pesan sehingga menghasilkan makna yang sama. Adapun ruang lingkupnya luas, termasuk di dalmnya komunikasi massa.[7] Contohnya, guna mencapai tujuan bersama masyrakat menajadikan budaya sebagia sarana unutk saling mengenal dan saling memahami.
c.      Fungsi Sosialisasi Nilai
Fungsi sosialisasi ini adalah fungsi untuk mengajarkan dan memperknalkan nilai-nilai kebudayaan suatu masyarakat kepada Masyarakat lain.[8] Contohnya budaya makan saprahan yang dikenalkan bupati sambas kepada Hatta Rajasa pada saat anaknya menikah beberapa bulan yang lalu.
d.     Fungsi Menghibur
Fungsi ini adalah fungsi yang memberikan hiburan terkait dengan komunikasi dalam lintas budaya. Msialnya menonton tarian kebudayaan suku, bangsa orang lain.[9]




BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Adapun fungsi dari komunikasi  budaya adalah:
1.      Fungsi Pribadi
a.       Menyatakan identitas sosial (misalnya; suku, agama, bangsa, maupun tingkat pendidikan).
b.      Menyatakan integrasi sosial (pembauran sehingga menjadi suatu yang utuh).
c.       Menambah pengetahuan.
2.      Fungsi Sosial
a.       Fungsi Pengawasan
b.      Fungsi Menjembatani
c.       Fungsi Sosialisasi Nilai
d.      Fungsi Menghibur

B.   Saran
Makalah ini jauh dari sempurna, penulis berharap kepada pembaca memberi saran untuk membuat makalah semakin baik lagi kedepannya












DAFTAR PUSTAKA
Liliweri, Alo. 2007. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya. LkiS. Yogyakarta.
Ujang Saefullah, 2007. Kapita Selekta Komunikasi(Bandung:Simbiosa Rekatama media)
Friska Berliana Pakhpahan, 2013. Fungsi Komunikasi Lintas Budaya Dalam Prosesi Penikahan Adat Batak di Kota Samarinda, (Journal Ilmu Komunikasi)

http://sabdakhairuss.blogspot.com/2012/04/sejarah-dan-perkembangan-ilmu.html 
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://hk17032013.blogspot.com/2014/06/komunikasi-lintas-budaya.html




















TUGAS INDIVIDU TERSTRUKTUR
FUNGSI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
MATA KULIAH :
KOMUNIKASI LINTAS AGAMA DAN BUDAYA

DOSEN PENGAMPU : Sri Harjanti,  S.Sos.I, M.S.I
MAKALAH
DISUSUN OLEH :
DARTO









SEMESTER : ENAM ( VI )
FAKULTAS: ADAB DAN USHULUDDIN
PROGRAM STUDI : ILMU AL-QU’AN DAN TAFSIR ( IQT )
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDIN SAMBAS
2015 M


[1] Ujang Saefullah,Kapita Selekta Komunikasi(Bandung:Simbiosa Rekatama media:2007)
[2]  http://sabdakhairuss.blogspot.com/2012/04/sejarah-dan-perkembangan-ilmu.html / tgl 12-01-2015
[3] Alo Liliweri, Makna budaya dalam komunikasi antarbudaya ( Yogyakarta,PT LKiS Pelangi Aksara, 2003) hlm. 8
[4] http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya tgl 5 april 2015 jam 08.00
[5] http://hk17032013.blogspot.com/2014/06/komunikasi-lintas-budaya.html tgl 5 April 2015 jam 08.30
[6] Friska Berliana Pakhpahan, Fungsi Komunikasi Lintas Budaya Dalam Prosesi Penikahan Adat Batak di Kota Samarinda, (Journal Ilmu Komunikasi, 2013, 1(3): 234-248), hlm.239.
[7] Ibid,hlm.239-240.
[8] Ibid.
[9] Ibid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar