KATA PENGANTAR
Puji syukur
penulis mengucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya, mungkin penulis tidak
akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini
di susun dengan berbagai rintangan. Baik
itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan
penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan walaupun masih ada kesalahan.
Makalah ini
memuat tentang “Komunikasi Lintas Budaya dan Agama”
dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu
mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Harjanti selaku dosen pengampu
mata kuliah ini dan referensi yang telah banyak membantu penyusun agar
dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun
makalah ini memiliki kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknyaagar
makalah ini dapat menjadi lebih baik.. Terima kasih.
Sambas, 5 Mei 2015
PENULIS
DAFTAR ISI
Kata Pengantar................................................................................. i
Daftar isi......................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................. 1
B. Rumusan Masalah........................................................................ 1
C. Tujuan........................................................................................ 1
BAB II PERMASALAHAN............................................................. 2
A. Pengertian Komunikasi Lintas
Budaya...................................... 2
B. Fungsi Komunikasi Lintas Budaya............................................. 3
BAB III PENUTUP......................................................................... 9
A. KESIMPULAN........................................................................... 9
B. SARAN...................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA...................................................................... 10
BAB I
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Latar
Belakang
Seperti yang kita ketahui dalam
kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari yang namanya komunikasi,
baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi secara langsung salah
satunya adalah dengan cara bertemu dan bertatap muka secara langsung sedangkan
komunikasi secara tidak langsung bisa melalui perantara orang ketiga yang
menyampaikan pesan nantinya. Hal ini pasti selalu ada di dalam kehidupan
bermasyarakat. Apalagi sifat manusia itu sendiri adalah makhluk social yaitu
makhluk yang tidak dapat hidup sendiri melainkan perlunya interaksi dengan
manusia lainnya. Salah satu bentuk konkret dari interaksi ini adalah komunikasi
tersebut. Namun dalam pembahasan yang ada di dalam makalah ini adalah mengenai komunikasi dalam konteks Menyeluruh.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan Komunikasi Lintas Budaya?
2. Apa
Fungsi Komunikasi Lintas Budaya?
C. Tujuan
1. Memahami
Apa yang dimaksud dengan Komunikasi Lintas Budaya?
2. Memahami
Apa Fungsi Komunikasi Lintas Budaya?
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Komunikasi Lintas Budaya
Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin
communico yang berarti membagi. Membagi disini ialah membagi gagasan, ide, pikiran, makna, pesan yang
dianut sama. Sedangkan istilah komunikasi dalam bahasa inggris communication
dan bahasa Belanda communicate, berasal dari bahasa latin communication bersumber dari kata communis yang berarti
sama. Jadi secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan
antara orang yang menyampaikan dan yang menerima pesan.[1]
Komunikasi merupakan suatu proses untuk mendapatkan dan
memberikan informasi, baik dari seseorang atau individu maupun dari kelompok
tertentu. Oleh sebab itu, ada ilmu yang mesti dipelajari untuk bisa
memahami proses komunikasi yang baik dari seseorang atau individu kepada lawan
tuturnya. Hal tersebut merupakan sebuah cara untuk bisa mendapatkan nilai
informasi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikan. Dengan ilmu
komunikasi, seseorang bisa mencapai kesepakatan komunikasi yang selaras.
Dengan kata lain, komunikasi merupakan sebuah proses
penyampaian informasi berupa ide, gagasan, pemikiran, dan perasaan yang dimiliki
oleh satu pihak untuk disampaikan kepada pihak lainnya. Penyampaian informasi
tersebut harus dilakukan menurut kesepakatan antara kedua belah pihak (yakni
penutur dan lawan tutur) agar informasi yang disampaikan sesuai dengan
informasi yang didapatkan.[2]
Sedangkan Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk
jamak dari buddhi (budi atau
akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan
dengan budi, dan akal manusia.
Budaya menurut pengertian luas merupakan
pandangan hidup sekelompok orang dalam bentuk perilaku, kepercayaan, nilai, dan
symbol-simbol yang mereka terima tanpa sadar / tidak dipikirkan yang semuanya
diwariskan melalui proses komunikasi dan peniruan dari satu generasi ke
generasi berikutnya.[3]
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari
kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa
diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga
kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.[4]
B. Fungsi
Komunikasi Lintas Budaya
Komunikasi antar budaya memiliki 2 fungsi yaitu :
1.
Fungsi
Pribadi
Fungsi pribadi adalah fungsi-fungsi komunikasi yang
ditunjukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang individu.
a. Menyatakan Identitas Sosial
Dalam proses komunikasi antarbudaya terdapat beberapa
perilaku komunikasi individu yang digunakan untuk menyatakan identitas sosial.
Perilaku itu dinyatakan melalui tindakan berbahasa baik secara verbal dan
nonverbal. Dari perilaku berbahasa itulah dapat diketahui identitas diri maupun
sosial, misalnya dapat diketahui asal usul suku bangsa, agama, maupun tingkat
pendidikan seseorang.
b. Menyatakan Integrasi Sosial
Inti konsep integrasi sosial adalah menerima kesatuan dan
persatuan antarpribadi, antarkelompok namun tetap mengakui perbedaan-perbedaan
yang dimiliki oleh setiap unsur. Perlu dipahami bahwa salah satu tujuan
komunikasi adalah memberikan makna yang sama atas pesan
yang
dibagi antara komunikator dan komunikan. Dalam kasus komunikasi antarbudaya
yang melibatkan perbedaan budaya antar komunikator dengan komunikan, maka
integrasi sosial merupakan tujuan utama komunikasi. Dan prinsip utama dalam
proses pertukaran pesan komunikasi antarbudaya adalah: saya memperlakukan anda
sebagaimana kebudayaan anda memperlakukan anda dan bukan sebagaimana yang saya
kehendaki. Dengan demikian komunikator dan komunikan dapat meningkatkan
integrasi sosial atas relasi mereka.
c. Menambah Pengetahuan
Seringkali komunikasi antarpribadi maupun antarbudaya
menambah pengetahuan bersama, saling mempelajari kebudayaan masing-masing.
d. Melepaskan Diri atau Jalan Keluar
Kadang-kadang kita berkomunikasi dengan orang lain untuk
melepaskan diri atau mencri jalan keluar atas masalah yang sedang kita hadapi.
Pilihan komunikasi seperti itu kita namakan komunikasi yang berfungsi
menciptakan hubungan yang komplementer dan hubungan yang simetris.Hubungan
komplementer selalu dilakukan oleh dua pihak mempunyai perlaku yang berbeda.
Perilaku seseorang berfungsi sebagai stimulus perilaku komplementer dari
yang lain. Dalam hubungan komplementer, perbedaan di antara dua pihak
dimaksimumkan. Sebaliknya hubungan yang simetris dilakukan oleh dua orang yang
saling bercermin pada perilaku lainnya. Perilaku satu orang tercermin pada
perilaku yang lainnya.[5]
2.
Fungsi Sosial
Fungsi sosial disini maksudnya adalah bahwa komunikasi budaya ini dapat memberikan kontribusi bagi
kehidupan sosial di lingkungan masyarakat. Adapun fungsinya adalah sebagai
berikut:
a.
Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan yang dimaksud
adalah dengan adanya intraksi komunikasi budaya antara komunikator dan komunikan yang
berbada kebudayaan ini berfungsi saling mengawasi. Dalam setiap proses komunikasi budaya
fungsi ini bermanfaat untuk menginformasikan “perkembangan” tentang lingkungan.
Adapun fungsi ini banyak dilakukan oleh media massa yang menyebarlusakan secara
rutin perkembangan peristiwa yang terjadi disekitar kita meskipun peristiwa itu
terjadi dalam sebuah konteks kebudayaan yang berbeda.[6]
b.
Fungsi Menjembatani
Terkait dengan proses
intraksi budaya, sehingga komunikasi
yang dilakukan lintas budaya berfungsi sebagai jembatan antara budaya satu dengan yang lainnya. Fungsi ini dapat terkontrol melalui
pesan-pesan yang mereka pertukarkan, diman keduanya saling menjelaskan
perbedaan atas sebuah pesan sehingga menghasilkan makna yang sama. Adapun ruang
lingkupnya luas, termasuk di dalmnya komunikasi massa.[7]
Contohnya, guna mencapai tujuan bersama masyrakat menajadikan budaya sebagia
sarana unutk saling mengenal dan saling memahami.
c.
Fungsi Sosialisasi Nilai
Fungsi sosialisasi ini adalah
fungsi untuk mengajarkan dan memperknalkan nilai-nilai kebudayaan suatu
masyarakat kepada Masyarakat lain.[8]
Contohnya budaya makan saprahan yang dikenalkan bupati sambas kepada
Hatta Rajasa pada saat anaknya menikah beberapa bulan yang lalu.
d. Fungsi Menghibur
Fungsi ini adalah fungsi yang
memberikan hiburan terkait dengan komunikasi dalam lintas budaya. Msialnya
menonton tarian kebudayaan suku, bangsa orang lain.[9]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun fungsi
dari komunikasi budaya adalah:
1.
Fungsi Pribadi
a.
Menyatakan identitas sosial (misalnya; suku, agama,
bangsa, maupun tingkat pendidikan).
b.
Menyatakan integrasi sosial (pembauran sehingga
menjadi suatu yang utuh).
c.
Menambah pengetahuan.
2.
Fungsi Sosial
a.
Fungsi Pengawasan
b.
Fungsi Menjembatani
c.
Fungsi Sosialisasi Nilai
d.
Fungsi Menghibur
B.
Saran
Makalah ini jauh dari
sempurna, penulis berharap kepada pembaca memberi saran untuk membuat makalah
semakin baik lagi kedepannya
DAFTAR
PUSTAKA
Liliweri, Alo. 2007. Makna Budaya Dalam Komunikasi
Antarbudaya. LkiS. Yogyakarta.
Ujang Saefullah, 2007. Kapita Selekta
Komunikasi(Bandung:Simbiosa Rekatama media)
Friska
Berliana Pakhpahan, 2013. Fungsi Komunikasi Lintas Budaya Dalam Prosesi Penikahan
Adat Batak di Kota Samarinda, (Journal Ilmu Komunikasi)
http://sabdakhairuss.blogspot.com/2012/04/sejarah-dan-perkembangan-ilmu.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://hk17032013.blogspot.com/2014/06/komunikasi-lintas-budaya.html
TUGAS INDIVIDU TERSTRUKTUR
FUNGSI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
MATA KULIAH :
KOMUNIKASI LINTAS AGAMA DAN BUDAYA
DOSEN PENGAMPU : Sri
Harjanti, S.Sos.I, M.S.I
MAKALAH
DISUSUN OLEH :
DARTO
SEMESTER : ENAM ( VI )
FAKULTAS: ADAB DAN USHULUDDIN
PROGRAM STUDI : ILMU AL-QU’AN DAN TAFSIR ( IQT )
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDIN
SAMBAS
2015 M
[3] Alo Liliweri, Makna budaya dalam komunikasi antarbudaya ( Yogyakarta,PT LKiS Pelangi Aksara, 2003) hlm. 8
[6] Friska Berliana Pakhpahan, Fungsi Komunikasi Lintas Budaya Dalam
Prosesi Penikahan Adat Batak di Kota Samarinda, (Journal Ilmu Komunikasi,
2013, 1(3): 234-248), hlm.239.
[7] Ibid,hlm.239-240.
[8] Ibid.
[9] Ibid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar